Menurutku saat ini semuanya sudah usai, sirna dan pupus. Jangan Kau harapkan kembali semua ini. Ada harapan engkau siakan. Ada waktu engkau buang. Seolah-olah semua ini hanya sebuah panggung sandiwara, yang mana disana ada pelaku utama dan pembantu. Seperti semua ini sudah ada alur ceritanya sehingga mudahnya engkau melakukan ini. Mungkin hanya ucapan terimakasih yang bisa aku berikan kepadamu. Untuk semuanya apapun itu yang terjadi.
PEDIH
Minggu, 23 Januari 2011
Mereka tertawa seolah aku tak merasakan apa-apa
Seperti perpisahan hanyalah sebuah fase biasa
Kawan… aku baru saja kehilangan cinta
Semua melarangku menangis, hatiku tak boleh menjerit
Tapi mereka tertawa… bukannya memapah jiwaku yang lemah
Tak ada lagi singa dan serigala di dalam jiwaku kini
Kumohon tolong, berhentilah menertawakan kepergiannya !
Aku hanya ingin engkau tahu, bukan menertawakanku
apalagi menghujatku… sebab engkau kawanku
Jika tak bisa kau berikan aku empatimu
Jika tak bisa kujadikan engkau penguatku
Kumohon berikan aku ruang sunyi untuk mendamaikan diri
tuk mengenangnya pergi…
tuk menantinya yang baru datang lagi…
tuk membangun semangatku lagi…
Diposting oleh Unknown di 04.28 0 komentar
Gayus=Kita...?
Sabtu, 22 Januari 2011
Apakah kita merasa suci,benar dan tidak pernah merasa bersalah. Mungkin ini hanya sebuah pertanyaan agar kita bisa menilai diri kita masing-masing. Naif rasanya jika kita hanya bercermin dari masalah Gayus. Toh selama ini Koruptor di Negeri ini juga selalu ada. seperti semboyan “mati satu , tumbuh seribu”. sedangkan hukum sudah ketahuan belangnya, dia gak bisa berkutik di depan uang , tahta dan senjata. Jadi Untuk menjawab pertanyaan diatas, alahkah baiknya kita bertanya kepada diri kita masing-masing..
Diposting oleh Unknown di 05.05 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)

